Ads 468x60px

Minggu, 02 Juni 2013

Algoritma Kriptografi Simetris dan Asimetris Key

 Kriptografi Simetris

Dengan kriptografi symmetric key (kunci simetris), sebuah pesan dapat terenkripsi dan terdekripsi menggunakan kunci yang sama. Baik pengirim maupun penerima message harus memiliki kunci yang sama supaya proses tersebut berjalan dengan sukses. Pengirim menggunakan kunci rahasia untuk mengenkripsi pesan, sedangkan penerima menggunakan kunci yang sama untuk mendekripsi pesan. Sekali pesan telah terenkripsi, message tersebut dapat dikirimkan melalui jaringan tanpa dipahami oleh penyadap
Kriptografi symmetric key terbagi menjadi dua yaitu block cipherdan stream cipher
Algoritma-algoritma sandi symmetric key/kunci-simetris: DES (Data Encryption Standard), blowfish, twofish, MARS, IDEA, 3DES , AES – Advanced Encryption Standard, dll

 Kriptografi Asimetris

Permasalahan dari symmetric key/kunci-asimetris adalah kedua pihak harus memiliki key yang sama. Key tersebut harus dikirimkan secara aman menuju penerima dari beberapa sebab sehingga key dapat dicuri dan digunakan untuk mendekripsi sebuah message. Dengan menggunakan asymmetric keys, pengirim mengenkripsi message dengan menggunakan public key penerima. Kemudian penerima mendekripsi message tersebut menggunakan private key. Private key hanya dimiliki oleh penerima. Antara private dan public key merupakan komplemen matematis sehingga message yang terenkripsi menggunakan public key dapat terdekripsi menggunakan private key. Hal tersebut secara komputasi juga sulit untuk membuat private key ulang
menggunakan public key. Algoritma-algoritma sandi kunci-asimetris: Knapsack, RSA (Rivert-Shamir-Adelman), Diffie-Hellman.

0 Komentar: