Ads 468x60px

Minggu, 19 Mei 2013

Wisata Sumatra Utama Pulau Samosir, Danau Toba

 PULAU SAMOSIR
Di Tengah Danau Toba terdapat Pulau Samosir yang merupakan pulau vulkanik. Pulau Samosir memiliki ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.
Ada empat akses yang bisa dipilih untuk perjalanan menuju wisata Pulau Samosir yang berjarak 176 km dari Kota Medan sumatera utara, dengan waktu tempuh rata-rata 4 jam. Tiga akses dengan melintasi Danau Toba, satu akses melalui jalan darat.
  • Akses Pelabuhan Ajibata di Prapat menuju Pelabuhan Tomok di Samosir dengan 45 menit menumpangi kapal feri.  Kapal feri ini dapat mengangkut kendaraan roda empat.
  • Akses Simanindo-Tigaras. Pelabuhan Simanindo berada di Samosir, sementara Tigaras berada di Simalungun.
  • Akses Pelabuhan Muara di Tapanuli Utara menyeberang dengan feri ke Nainggolan di Samosir.
  • Akses Jalur darat melalui Jalan Tele yang menghubungkan Samosir dengan Kabupaten Humbang Hasundutan dengan melintasi Jembatan Tano Ponggol buatan kolonial Belanda.

Pulau Samosir tercatat sebagai peringkat 5 dunia pulau terbesar di tengah danau. Semakin unik lagi karena pulau di tengah Danau Toba ini memiliki dua danau diatasnya yakni:
  •  Danau Aek Natonang di Desa Tanjungan
  • Danau Sidihoni dengan Pulo Pearung di tengahnya terdapat di Huta Panrnakohan Lumban Suhi.
Pulau Samosir sendiri terletak dalam wilayah Kabupaten Samosir yang baru dimekarkan pada tahun 2003 dari bekas Kabupaten Toba-Samosir.

DANAU TOBA
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang, Berastagi dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sejarah
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.
Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.
Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.
Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.
Selama tujuh tahun, para ahli dari oxford University tersebut meneliti projek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.
Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba. Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu.


Artikel Lain:

0 Komentar: